Google Play adalah layanan konten digital milik google yang melingkupi toko daring untuk produk-produkseperti musik/lagu, buku, permainan, aplikasi, ataupun pemutar media berbasis awan. Layanan ini dapat diakses baik melalui web, aplikasi android, (play store), dan google tv. Konten yang telah dibeli tersedia pada seluruh platform-platform diatas. Google Play mulai dikenalkan pada bulan maret 2012 sebagai android market dan layanan musik google.
Sistem aplikasi android bersifat terbuka (open source) memungkinkan pihak ke-3 terlibat dalam mengembangkan aplikasi untuk perangkat android. Pertam kali dibuka pada 22 oktober 2008, saat ini diperkirakan telah ada lebih dari 450000 aplikasi di Android Market, pertumbuhan aplikasi ini terbilang sangat cepat. Pada november 2009 jumlah aplikasi di android market hanya sekitar 2300 aplikasi.
Dari banyaknya jumlah aplikasi yang terdapat di android market hampir semuanya tidak berbayar.Menurut data yang dikeluarkan oleh Distimo, sebuah firma app store analityc, pada juni 2010, 57% aplikasi di android market adalah aplikasi tak berbayar, namun bukan berati karena tidak berbayar bukan berarti android market tidak mendatangkan keuntungan bagi para pengembang.
Sunday, 20 September 2015
Irigasi
Irigasi adalah upaya manusia untuk mengaliri lahan pertanian. Dalam dunia modern saat ini sudah banyak model irigasi yang dapat dilakukan manusia. Pada zaman dahulu jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut kelahan pertanian, namun irigasi juga dapat dilakukan dengan membawa air menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu persatu. untuk irigasi model seperti ini di Indonesia biasa disebut nyiram, sebagaimana telah di ungkapkan, dalam dunia modern ini sudah banyak cara yang dapat dilakukan untuk melakukan irigasi dan ini sudah berlangsung sejak masa mesir kuno.
Jenis Irigasi
Irigasi lokal
Sistem ini air di distribusikan dengan cara pipanisasi, di sini juga berlaku gravitasi diman lahan yang tinggi mendapat air terlebih dahulu. Namun air yang disebar sangat terbatas sekali atau secara lokal.
Irigasi Pompa Air
Air diambil dari sumur dalam dan dinaikan menlalui pompa air, kemudian dialirkan dengan berbagai cara, misalnya dengan pipa atau saluran. pada musim kemarau irigasi ini dapat terus mengaliri sawah
Irigasi degan penyemprotan
Penyemprotan biasanya dipakai menyemprot air atau sprinkle. Air yang disemprot akan seperti kabut, sehingga tanaman mendapat air dari atas, daun akan basah terlebih dahulu lalu menetes ke akar
Irigasi tanah kering dengan terasisasi
sistem ini dipakai untuk distribusi air
Irigasi tradisional dengan ember
Diperlukan tenaga perorangan yang banyak untuk menerapkan sistem ini. Selain itu juga pemborosan tenaga karena harus menenteng air
Irigasi permukaan
Irigasi permukaan adalah pengaliran air diatas permukaan dengan ketinggian air sekitar 10 - 15 cm di atas permukaan tanah. Irigasi permukaan merupakan sistem irigasi yang menyadap air langsung di sungai melalui bangunan bendung maupun melalui bangunan pengambilan bebas, kemuadian air irigasi di alirkan secara gravitasi melalui saluran sampai kelahan pertanian.
Salinitas
Salinitas adalah tingkat keasinan atau kadar garam yang terlarut dalam air. Salinitas juga dapat mengacu pada kandungan daram pada tanah. Kandungan garam pada sebagian besar danau, sungai dan saluran air alami sangat kecil sehingga air ditempat ini dikategorikan sebagai air tawar. Kandungan garam sebenarnya pada air ini secara definisi kurang dari 0.05% , jika lebih dari itu air dikategorikan sebagai air payau atau menjadi saline bila konsentrasinya 3 - 5%, lebih 5% disebut brine.
Air laut secara alami merupakan air saline dengan kandungan garam sekitar 3.5%. Beberapa danau garam didaratan dan lautan memliki kadar garam lebih tinggi dari air laut umumnya. sebagai contoh, laut mati memiliki kadar garam 30%.
Istilah teknik untuk keasinan air laut adalah halinitas, dengan didasarkan bahwa halida-halida terutama klorida adalah anion yang paling banyak dari elemen-elemen terlarut. Dalam oceanografi, halinitas biasanya dinyatakan bukan dalam persen (%) tetapi dalam "bagian perseribu" (part per thausond, ppt) atau per mil %o kira-kira sama dengan jumlahgram garam untuk setiap liter larutan.
Sebelum tahun 1978, salinitas atau halinitas dinyatakan sebagai %o dengan didasarkan pada rasio konduktivitas elektrik sampel terhadap "Copenhagen Water" air laut buatan yang digunakan sebagai standar air laut dunia. Pada 1978 oceanografer mendefinisikn salinitas sebagai dalam practical salinity units (psu, Unit Salinitas Praktis) rasio konduktivitas sampel air laut terhadap larutan KCL standar. Rasio tidak memiliki unit, sehingga tidak bisa dinyatakan bahwa 35 psu sama dengan 35 gram garam per liter larutan.
Subscribe to:
Posts (Atom)


